Bluelol’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Metode Pembuatan Film Kartun

_35Jika anda ingin membuat sebuah film kartun, perlu diketahui dulu tentang metode dasar pembuatan film kartun yang biasa dipakai di studio/production house pada umumnya. Dalam pembuatan sebuah film kartun pada dasarnya terdapat beberapa metode pembuatan yang lazim digunakan, diantaranya adalah:
“Membuat Gambar terlebih dahulu kemudian disusul dengan membuat Suara”, dan “Membuat Suara terlebih dahulu kemudian disusul dengan membuat Gambar”.
Namun terdapat beberapa keunggulan dan kekurangan dari kedua metode ini. Yaitu :
Metode Merekam suara terlebih dahulu diikuti dengan membuat gambar

  1. Lebih detail dalam hal pengerjaannya.
  2. Suara yang telah direkam dapat sebagai patokan oleh penggambar sebagai acuan untuk mengira-ira berapa banyak gambar yang akan dibuat dalam tiap take adegan.
  3. Lebih cepat dalam waktu proses pembuatan film kartun.
  4. Akan lebih mudah dalam mensinkronkan antara gambar dengan suara ketika proses editing.

Metode Membuat Suara terlebih dahulu kemudian disusul dengan membuat Gambar

Sedangkan ketika menggunakan metode membuat gambar terlebih dahulu diikuti dengan membuat suara, penulis menemukan kesulitan ketika akan mensinkronkan antara gambar dengan suara pada proses penggabungan antara keduanya. Adapun faktor yang penulis hadapi adalah :

  1. Biasanya hasil yang dibuat kurang begitu detail dibanding cara pertama karena kita tidak tahu berapa banyak gambar yang dibutuhkan untuk membuat sebuah film dengan durasi yang ditentukan.
  2. Tidak adanya acuan waktu ketika membuat suara, hingga tempo yang dihasilkan tidak sama dengan hasil gambar yang dibuat.
  3. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah film kartun lebih lama dibandingkan metode yang pertama.
  4. Biasanya terdapat ketidaksinkronaan antara gambar dengan suara dibandingkan dengan cara pertama.

Tips dan Trik

Cara mengatasi hal ini pada metode yang pertama adalah dengan menggunakan metode Lip-Sync pada media audio yang dipakai. Lip Synchronization Process, dengan mewaktui animasi dan mengedit kembali suara yang akan digabungkan dengan animasi gambar.

_mas_assets_jpg_6818_press02-001

Ketika membuat animasi, buatlah animasi yang menggambarkan aksi dahulu dan jangan kuatirkan tentang menempatkan aksi mulut karakter dalam wajahnya. Dalam kata lain menganimasi cerita yang berfokus pada karakter, gunakan bahasa tubuh untuk menonjolkan kata, dan lakukanlah tanpa menggunakan mulut pada wajah karakter. Animasi aksi pada mulut karakter seharusnya adalah hal yang terakhir yang dilakukan.

sketchtravel2

Lip-Synching dan animasi aksi mulut adalah dua proses yang berbeda. Lip-synching adalah proses yang dapat dilakukan sebelum animasi dibuat. Ketika kita siap menganimasi aksi mulut karakter, seorang animator kartun harus tahu semua aksi mulut yang akan diperlukan dan pada frame yang tepat ketika akan digunakan. Untuk mengetahui waktu aktual pada frame yang diinginkan, bagi nomer dari frame dengan nomer frame per detik, dengan menggunakan sebuah rumus simple yaitu :

Frame/fps = waktu dalam detik
Sebagai contoh, ketika akan mengetahui waktu frame 136, dan film akan berjalan dalam 12fps, maka bagilah 136 dengan 12.
136/12 = 11.33 detik

Dalam penelitian yang penulis amati dari dua metode tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa membuat kartun akan lebih mudah dalam mensinkronkan gambar dengan suara apabila menggunakan metode merekam suara terlebih dulu diikuti dengan membuat gambar setelah itu.
Melihat dari uraian diatas maka dalam pembuatan sebuah film kartun penulis lebih memilih pada cara yang kedua yaitu suara diikuti gambar dikarenakan gampangnya mensinkronkan antara gambar dengan suara serta keunggulan-keunggulan lain yang penulis sebut diatas.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan John Kurawoto dalam bukunya yang menyinggung tentang cara pembuatan sebuah film kartun. menurut John Kurawoto dalam membuat sebuah film kartun terdapat beberapa urutan pembuatan film kartun, berikut adalah metode yang paling banyak dipakai studio animasi atau kartun, yaitu:

  1. Membuat cerita dan karakter.
  2. Membuat storyboard.
  3. Membuat animatic atau video storyboard dengan bagian dialog.
  4. Mengedit animatic.
  5. Merekam dialog dengan aktor yang sebenarnya seperti adegan keseluruhan.
  6. Membuat animasi menurut animatic.

Sebagai bahan pertimbangan, bahwa animasi dibuat terakhir kali. Setiap langkah sebelumnya adalah sama pentingnya dengan animasi yang sesungguhnya. Tetapi yang paling utama adalah karakter dan cerita.

5月 9, 2009 投稿者: | Metode Pembuatan Film Kartun | コメントする

   

フォロー

新しい投稿をメールで受信しましょう。